Gunung Papandayan
Pada deskripsi ini, berhubung kota Jakarta tidak
memiliki gunung api, jadi saya mengambil gunung api yang letaknya paling dekat
dengan Jakarta yaitu gunung api papandayan. Gunung papandayan merupakan salah
satu gunung api strato yang terletak di kecamatan Cisurupan, kabupaten Garut,
Jawa Barat. Gunung yang memiliki ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut
ini terletak kurang lebih 70 km di sebelah tenggara kota Bandung. Sementara
letak geografisnya adalah 7˚ 19’ lintang selatan dan 107˚ 44’ bujur timur. Di sebelah
selatan gunung ini terdapat gunung Guntur dan pada sisi timurnya terdapat
gunung cikuray. Gunung api ini juga merupakan kerucut paling selatan dari
deretan gunung api di priangan selatan.
Nama papandayan sendiri berasal dari bahasa sunda
yaitu “panday” yang berarti pandai besi, karena pada dahulu kala ketika
masyarakat melintasi gunung ini, sering terdengar suara-suara yang mirip dengan
suara di tempat kerja pandai besi, suara itu berasal dari kawah yang sangat
aktif. Maka dari itulah gunung ini dinamakan gunung papandayan oleh masyarakat
sekitar.
Kompleks gunung papandayan pada bagian bawah
dibatasi oleh kaki gunung yang berelief halus dan kasar, tersebar di daerah
cileuleuy, cibutarna, dan mulai dari bayongyong sampai dengan daerah arjuna. Kaki
yang berelief halus menempati daerah timur laut dan selatan gunung papandayan,
menyebar mulai dari bayongyong, cisurupan, cikajang hingga daerah cikandang
dicirikan dengan kemiringan lereng yang landai, bentuk lembah sungai membentuk
huruf U dengan pola aliran sungai dendritic. Batuan pembentuk berupa lava,
endapan aliran piroklastik, jatuhan piroklastik, endapan lahar, dan endapan
guguran puing. Vegetasi penutupnya didominir oleh perkebunan teh, pesawahan,
hutan pinus dan hutan alam. Sementara kaki gunung yang berelief kasar menempati
daerah selatan sumadra, yaitu di sekitar gunung kembar dan menyebar hingga
daerah pakenjeng. Dicirikan oleh kemiringan lereng yang bervariasi dengan
bentuk lembah tajam dan dalam, berbentuk V lancip. Vegetasi penutup berupa
hutan alam bagian atas dan perkebunan teh pada bagian tubuh, dan kaki gunung
kembar. Di bagian utara gunung papandayan kita dapat melihat morfologi yang
berbentuk tapal kuda yang terbuka ke arah timur laut dank e arah utara,
keduanya dibatasi oleh gunung welirang. Kedua bentang ala mini dibatasi oleh
dinding terjal, makin ke arah lereng semakin landai dan bentuknya seperti
lubang kunci yang diakibatkan oleh longoran dari gunung papandayan.
Pembentukan gunung papandayan diawali dengan
terbentuknya tubuh gunung papandayan yang erupsinya berpusat di kawah
papandayan dengan pertama kalinya dialirkannya lava ke arah barat daya,
kemudian disusul dengan diendapkannya secara bergantian antara aliran lava dan
aliran serta jatuhan bahan lepas. Sebelum akhir masa kegiatannya, di sebelah
utara terjadi kegiatan pembentukan gunung puntang tua dengan dialirkannya
lelehan lava. Pada saat gunung puntang tua istirahat, gunung papandayan aktif
kembali dengan mengendapkan aliran bahan lepas dan aliran lava di tubuh bagian
timur dan utara.
Setelah masa pembentukan gunung papandayan dan
gunung puntang tua berakhir, kegiatan berpindah ke tegal alun-alun dengan pusat
erupsinya di kawah tegal alun-alun. Hasil erupsinya berupa aliran lava yang
dialirkan ke arah barat daya, kemudian disusul dengan diendapkannya secara
bergantian antara aliran lava dan aliran serta jatuhan bahan lepas. Sebagian besar
hasil erupsi kawah tegal alun-alun mengarah ke barat daya, kemudian disusul
lagi dengan aktifnya kembali gunung puntang tua dengan membentuk kerucut gunung
puntang tua yang terbentuk dari lelehan lava.
Setelah kegiatan kawah tegal alun-alun dan gunung
puntang tua berakhir, kegiatan kompleks gunung papandayan berpindah ke kawah
nangklak, menghasillkan endapan jatuhan bahan lepas yang diendapkan di sekitar kawah. Dengan berakhirnya kegiatan
kawah nangklak, keadaan daerah puncak dan tubuh bagian utara gunung papandayan menjadi tidak stabil sebagai
akibat dari proses alterasi hidrotermal yang cukup kuat, sehingga terjadi
longsoran vulkanik yang menghasilkan endapan guguran puing. Kegiatan ini
mengakibatkan terbentuknya kawah longsoran tegal brumbung dan kawah manuk,
menghasilkan endapan jatuhan bahan lepas yang diendapkan menutupi hamper seluruh
daerah gunung papandayan.
Kegiatan terakhir berpindah ke kompleks kawah mas
dengan disusul terjadinya longsoran vulkanik pada tahun 1772 ke arah timur laut dengan menghasilkan
endapan guguran puing untuk kedua kalinya dan kawah mas masih terus aktif
sampai sekarang dan menghasilkan endapan lumpur preatik.
Berikut adalah urutan aktivitas erupsi dan kegiatan
vulkanik gunung papandayan:
1772: Terjadi letusan besar di kawah sentral dan awan panas menghancurkan kurang lebih 40 perkampungan
1882: Terdengar suara gemuruh dari dalam tanang
pada sore hari
1923: Pada
tanggal 11 maret terjadi letusan lumpur serta batu-batu terlontarkan. Terdapat 7
buah letusan dalam kawah baru dan letusan dihaului oleh gempa bumi
1924: Pada
tanggal 25 januari terjadi letusan lumpur di kawah mas dan kawah baru. Tanggal 16
desember terjadi lontaran batu dan lumpur
1925: Pada
tanggal 21 februari terjadi letusan lumpur pada kawah nangklak, disertai dengan
semburan lumpur dengan emisi gas kuat
1926: Terjadi letusan preatik di kawah mas
1927: Terjadi letusan preatik di kawah mas dan kawah baru
1928: Pada
tanggal 16-18 februari terjadi kenaikan temperature di kawah mas
1942: Pada
tanggal 15-16 agustus terbentuk kawah baru di kawah mas
1993: Pada
tanggal 15 juli terjadi letusan lumpur di kawah baru
2002: Sekitar bulan November-desember terjadi letusan lagi dengan gempa bumi berskala
kecil
Sementara keadaan social dan ekonomi
masyarakat sekitar sebagian besar adalah mengelola area dan obyek wisata disana
seperti kawah papandayan sendiri serta pemandian air panas, ada juga pondok
salah, tegal alun-alun, dan lembah ruslan. Lalu ada juga yang mengelola
perkebunan teh disana karena daerah sana prospektif untuk menanam teh
dikarenakan posisi dan lokasi dari gunung papandayan yang tinggi dan memiliki
udara yang sejuk.
Manfaat material hasil erupsi dari
gunung papandayan sendiri bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menanam
berbagai macam tanaman pada daerah sana dan juga untuk membantu menanam teh di
perkebunan teh. Sementara belerang yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai
bahan dasar kosmetik dan alat kecantikan, lalu jika dalam jumlah besar bisa
dimanfaatkan sebagai bahan dasar aspal.

Comments